1. BOSNIA
Federasi Sepakbola Bosnia-Herze-govina (FFBH/NSBiH) telah diberhen-tikan sementara oleh FIFA hingga pem-beritahuan selanjutnya. Keputusan ini dianggap perlu karena Kongres FFBH tidak mengadopsi statutanya sesuai dengan persyaratan FIFA dan UEFA. Eksekutif Komite FIFA pada tanggal 28 Oktober dan UEFA pada tanggal 4 Oktober 2010 telah meminta FFBH untuk mengadopsi statutanya sesuai dengan persyaratan minimum dari FIFA dan UEFA paling lambat pada tanggal 31 Maret 2111, atau FFBH akan secara langsung dan otomatis diberhentikan sementara.
Kongres FFBH yang diselenggarakan di Sarajevo pada tanggal 29 Maret 2011 tidak mencapai korum yang diper-lukan untuk mendukung diadopsi-nya Statuta FFBH, karena hanya 22 dari 54 dari pemilik hak suara yang mendu-kung untuk mengadopsi Statuta FFBH. Konsekwensinya FFBH telah kehilang-an hak keanggotannya yang berlaku seketika hingga adanya pemberita-huan selanjutnya. Perwakilan dan klub FFBH tidak mempunyai hak lagi untuk ikut serta pada kompetisi internasional terhitung tanggal 1 April 2011 hingga diselesaikannya persoalan di atas. Hal ini juga berarti bahwa sejak tanggal 1 April 2011 tidak ada perwakilan atau oficial FFBH dapat berpartisipasi pada setiap pertandingan atau kegiatan internasional. FIFA dan UEFA sangat menyayangkan bahwa keputusan ini harus dilakukan dan akan segera me-lakukan pertemuan untuk membica-rakan langkah yang lanjutan yang di-perlukan untuk mengembalikan FFBH menjadi anggota komunitas sepakbola sesegera mungkin.
2. ETHIOPIA
FIFA Emergency Committee telah memutuskan untuk memberhentikan sementara Federasi Sepakbola Ethopia (EFF), karena EFF tidak memenuhi roadmap yang telah disetujui pada bulan Pebruari 2009 oleh FIFA, CAF dan AFF untuk mengembalikan EFF menjadi normal. Salah satu unsur uta-ma yang ditentukan di dalam roadmap adalah penyelenggaraan dari Kongres luar biasa untuk menyelesaikan ma-salah usul pemberhentian. Sebagai tambahan, kepengurusan EFF harus diserahkan kepada pemimpin yang diakui dari EFF. Meskipun telah diper-ingatkan beberapa kali yang dikirimkan FIFA di dalam beberapa bulan bela-kangan, tidak ada satu langkahpun yang ditentukan di dalam roadmap te-lah dilakukan. Pemberhentian semen-tara EFF dan konsekwensinya seba-gaimana ditentukan Pasal 14 ayat 3 Statuta FIFA berlaku pada hari ini, Selasa, 29 Juli 2008, hari dimana EFF telah secara resmi diberitahukan ten-tang pemberentian sementara.
3. CHAD
Mempertimbangkan situasi dewasa ini antara Sudan dan Chad, FIFA telah memutuskan untuk memberhentikan sementara dari pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 antara Sudan dan Chad, yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 31 Mei 2008. Kasus ini akan disampaikan se-gera kepada Biro dari Organizing Com-mittee Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, yang akan menentukan keputusan final mengenai pertandingan dan setiap tin-dakan yang mungkin dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
FIFA Emergency Committee telah memutuskan untuk mencabut pember-hentian sementara yang dijatuhkan Komite Eksekutif FIFA terhadap Aso-siasi Sepakbola Chad (FTFA) pada tanggal 28 Maret 2008 karena campur tangan pemerintah di dalam urusan internal dari FTFA dan pada persepak-bolaan Chad (lihat http://en/. fifa.com/-aboutfifa/media). Emergency Commit-tee mencatat dengan memuaskan bahwa Menteri Olahraga Chad telah mengeluarkan keputusan menteri pada tanggal 3 Mei 2008 yang membatalkan keputusan menteri yang terdahulu yang mengakibatkan sanksi dari FIFA. Kare-na ketertiban statuta telah dipulih-kan pada FTFA dan badan-badan yang sah telah dikembalikan, FIFA Emergency Committee memutuskan untuk menca-but pemberhentian sementara atas Asosiasi Sepakbola Chad sejak hari ini, Rabu, 7 Mei 2008.
4. IRAK
Pada hari pertama pertemuannya di Sydney, Komite Eksekutif FIFA telah memutuskan untuk memberhentikan sementara Asosiasi Sepakbola Irak (IFA) sejak tanggal 26 Mei 2008, kare-na adanya keputusan pemerintah yang dilakukan pada tanggal 20 Mei yang membubarkan NOC Irak dan semua federasi olahraganya, termasuk IFA. Komite Eksekutif FIFA juga memutus-kan bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat 1 Statuta FIFA, kasus IFA akan disampaikan kepada Kongres FIFA pada tanggal 30 Mei untuk diber-hentikan sementara sampai Kongres 2009 FIFA, yaitu selama satu tahun. Akan tetapi, pemberhentian sementara yang diputuskan hari ini dapat diangkat apabila FIFA tanggal 29 Mei, tengah malam (waktu Sydney), 16.00h CET, konfirmasi tertulis dari Pemerintah Irak yang me-nyatakan keputusan itu telah dibatalkan.
FIFA Emergency Committee hari ini, 20 November 2009 telah memutuskan untuk memberhentikan sementara IFA karena campurtangan pemerintah. FIFA mengetahui bahwa pada tanggal 16 November NOC Irak telah memba-talkan keanggotaan IFA dan aparat keamanan pemerintah telah mengam-bil alih kontrol kantor pusat IFA. Pada hari yang sama, FIFA telah memberi-tahukan kepada IFA bahwa apabila keputusan itu tidak dibatalkan di dalam waktu 72 jam dan apabila kantor pusat IFA tidak dikembalikan di dalam jangka waktu yang sama, kasus itu akan di-sampaikan kepada FIFA Emergency Committee. Tenggat waktu telah bera-khir tanpa pembatalan keputusan dari NOC Irak dan kantor pusat IFA tidak dikembalikan. FIFA Emergency Com-mittee karenanya telah memutuskan untuk seketika memberhentikan se-mentara IFA sampai keputusan NOC Irak dibatalkan dan kantor pusat IFA dikembalikan. Sesuai dengan keten-tuan Statuta FIFA, klub-klub dan tim perwakilan Irak tidak lagi diperbolehkan untuk ambil bagian pada pertandingan internasional, apakah kompetisi atau persahabatan. Lebih lanjut IFA diha-puskan haknya votingnya pada setiap kongres yang diselenggarakan oleh badan internasional dan tidak lagi berhak menerima bantuan keuangan. Akan tetapi FIFA Emergency Commit-tee telah menyetujui untuk memper-bolehkan tim perempuan Irak untuk mengambil bagian pada U-16 pestival sepakbola regional yang diselenggara-kan oleh Asosiasi Sepakbola Norwegia di Jordan pada tanggal 22-29 Novem-ber. Tindakan yang dilakukan oleh NOC Irak dan aparat keamanan tidak dapat diterima FIFA karena secata keseluruhan bertentangan dengan Sta-tuta IFA dan Statuta FIFA. Para ang-gota dari Komite Eksekutif IFA yang menjabat adalah satu-satunya yang diakui oleh FIFA, dan FIFA mengha-rapkan bahwa mereka secara cepat dipulihkan agar mereka dapat bekerja dengan persetujuan bahwa mereka akan melakukan perubahan atas sta-tuta dan menyelenggarakan pemilihan.
FIFA Emergency Committee pada hari ini, Kamis, 29 Mei 2008, telah memu-tuskan untuk sementara dan bersyarat membatalkan pemberhentian semen-tara yang dikenakan terhadap Asosiasi Sepakbola Irak (IFA) pada tanggal 26 Mei dikarenakan adanya campur ta-ngan pemerintah setelah keputusan no. 184/2008 tertanggal 20 Mei telah mem-bubarkan badan yang berlaku dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) Irak dan seluruh federasi olahraga nasional, termasuk IFA, serta membentuk suatu "komite interim" yang dipimpin oleh Menteri Olahraga. Sejak itu, keadaan berubah. Kemarin, tanggal 28 Mei 2008, FIFA menerima surat dari Sekre-tariat Jenderal Dewan Menteri Republik Irak, yang menyatakan bahwa IFA te-lah "dilepaskan" dari keputusan terse-but di atas, yang karenanya membuat kembali keputusan undang-undang atas asosiasi Irak dan para pemim-pinanya, yang akan “melanjutkan kegi-atan mereka dalam dan diluar negara Irak hingga pemilihan sah [dalam IFA]". Surat ini merupakan langkah positif, tetapi tidak sepenuhnya menjawab se-mua masalah FIFA mengenai langkah pemerintah untuk mengendalikan fede-rasi Irak dan Komite Olimpiade Nasio-nal. Oleh karenanya, FIFA telah memutus-kan untuk menarik pemberhentian sementara yang dikenakan terhadap IFA, tetapi secara sementara dan ber-syarat, yang berarti bahwa FIFA:
- dapat segera mengenakan kembali pemberhentian tersebut apabila Pasal 17 FIFA Statutes dilanggar kembali;
- akan mengundang delegasi yang terdiri dari Konfederasi Sepakbola Asia Football Confederation (AFC), IFA dan perwakilan pemerintah Irak ke Zurich sesegera mungkin untuk menjelaskan seluruh masa-lah yang belum terselesaikan;
- akan terus mengkoordinasi lang-kah-langkah yang telah diambilnya sehubungan dengan IFA, suatu badan yang merupakan anggota penting dari Komite Olimpiade Nasional Irak, dengan upaya yang diambil oleh IOC untuk menjamin bahwa Olympic Charter berlaku atas seluruh Olimpiade Irak dan gerakan olahraganya.
5. CHAD
FIFA Emergency Committee telah me-mutuskan memberhentikan semen-tara Asosiasi Sepakbola Chad (FTFA). Di dalam sejumlah keputusan tanggal 13, 14 dan 17 Maret 2008, Menteri Pemu-da dan Olahraga Chad membubarkan eksekutive komite dari FTFA dan mem-bentuk suatu komite dengan tugas “pempersiapkan Kongres FTFA” dan mengangkat para anggota dari badan itu. Keputusan ini adalah melanggar prinsip dari Statuta FIFA, khususnya Pasal 17, yang menjamin kemandirian dari asosiasi anggota FIFA. Dengan situasi yang sama, berdasar-kan ayat 2 dan 3 Pasal 17 itu, FIFA dapat tidak mengakui badan-badan yang diangkat yang melanggar ketentuan Pasal 17 ayat 1 (“Komite” yang disebutkan di atas) atau setiap keputusan yang di-buatnya, seperti organisasi pemilihan dan hasil-hasilnya, Pemberhentian sementara FTFA dan konsekwensinya sebagai-mana diatur pasal 14 ayat 3 Statuta FIFA berlaku sejak hari ini, Jumat, 28 Maret 2008.
6. MALAGASI
FIFA telah diberitahukan keputusan yang diambil oleh Mahkamah Agung Ma-dagaskar untuk menolak Asosiasi Sepakbola Malagasi (FMF) untuk me-nunda perintah kementerian yang membubarkan FMF. Sebagai akibat-nya, pemberhentian sementara terha-dap FMF dan tindakan-tindakan yang ditetapkan dalam Pasal 14.3 FIFA Sta-tutes telah berlaku hari ini, Rabu 19 Maret 2008, sebagaimana diputuskan oleh Komite Eksekutif FIFA pada tang-gal 14 Maret. Sebaliknya baik „delegasi khusus‟ Menteri Olahraga tidak ber-maksud membentuk maupun setiap keputusan badan ini tidak diambil pada akhirnya, akan dikenal oleh FIFA, sesu-ai dengan Pasal 17 ayat 2 dan 3 Sta-tuta yang sama.
7. NIGERIA
FIFA Emergency Committee memutus-kan hari ini tanggal 4 Oktober 2010, untuk memberhentikan Federasi Se-pakbola Nigeria (NFF) yang berlaku se-ketika atas dasar intervensi peme-rintah. Keputusan ini menyusul peristi-wa terakhir yang terkait dengan NFF, seperti tindakan pengadilan terhadap anggota Komite EKsekutif NFF yang dipilih, yang mencegah mereka melak-sanakan fungsi dan tugasnya, turunnya Sekretaris Jenderal NFF yang menja-bat atas instruksi Komisi Olahraga Nasional, keputusan Menteri Olahraga untuk memulai Liga Nigeria tanpa ada-nya relegasi dari musim sebelumnya, serta fakta bahwa Komite Eksekutif NFF tidak dapat bekerja sebagaimana layaknya dikarenakan adanya inter-vensi tersebut. Pemberhentian semen-tara tetap berlangsung hingga terhen-tinya tindakan dari pengadilan dan Komite Eksekutif NFF yang dipilih da-pat bekerja tanpa adanya intervensi. Selama masa pemberhentian semen-tara, NFF tidak akan dapat diwakili da-lam kompetisi wilayah, benua atau internasional, termasuk tingkatan klub, serta tidak juga dalam pertandingan persahabatan. Disamping itu, baik NFF maupun setiap anggota atau officialnya tidak dapat mengambil keuntungan dari program, kursus atau pelatihan pe-ngembangan dari FIFA atau CAF sementara federasi sedang diberhenti-kan. FIFA Emergency Committee memutuskan hari ini tanggal 8 Oktober 2010, untuk sementara mencabut pember-hentian sementara Federasi Sepakbola Nigeria (NFF). Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi yang membaik dewasa ini, dengan pembanding menanggapi tindakan pengadilan kepada umum berjanji menarik kembali tuntutan bandingnya, Sekretaris Jenderal NFF yang menjabat kembali kepada kedudukannya pada tanggal 5 Oktober 2010 dan kasus Liga Nigeria diserahkan sepenuhnya ke tangan NFF. Pemberhentian semen-tara telah dicabut sementara hingga tanggal 26 Oktober 2010, setelah me-ngetahui bahwa sidang berikutnya di hadapan pengadilan dijadwalkan untuk tanggal 25 Oktober 2010 dan hanya pada saat itu hakim dapat membebas-kan perintah pengadilan. Namun, apa-bila NFF masih terikat pada putusan pengadilan atau perkara lain yang mencegahnya untuk melakukan apa-pun secara bebas pada tanggal terse-but, maka pemberhentian sementara dengan sendirinya dinyatakan hingga seluruh perkara telah diselesaikan sepenuhnya.
8. SALVADOR
FIFA Emergency Committee memutus-kan kemarin, 11 Mei 2010, untuk mem-berhentikan sementara Asosiasi Se-pakbola Salvador (FESFUT) dengan adanya campur tangan pemerintah. Keputusan oleh FIFA ini berdasarkan fakta bahwa statuta yang disahkan oleh sidang umum FESFUT pada bulan Agustus 2009 belum secara resmi dimasukkan dalam daftar resmi negara tersebut, dan bahwa pemerintah tidak mengakui wewenang dibentuknya Nor-malisation Committee untuk mewakiliFESFUT. Alhasil, FIFA berpendapat bahwa tidak mungkin bagi FESFUT untuk menyelenggarakan sidang umum pemilihan sejalan dengan rencana tindakan yang telah dibuat dan telah memberhentikan sementara FESFUT hingga pihak berwenang Salvador se-cara resmi menerima keabsahan Ko-mite Normalisasi yang dibentuk oleh FIFA dan menandatangani statuta baru yang ditentukan oleh sidang umum FESFUT pada bulan Agustus 2009.
Apabila pihak berwenang Salvador tidak mempertimbangkan kedudukan mereka pada siang hari (GMT) tanggal 8 Juni 2010, Komite Eksekutif FIFA akan mengajukan kepada Kongres FIFA bahwa FESFUT dikenakan pem-berhentian sementara. Apabila Kong-res menerima pengajuan ini, maka mungkin bagi FIFA untuk membatalkan pemberhentian sementara tersebut hingga Kongres FIFA selanjutnya pada bulan Juni 2011. Selanjutnya, selama masa pemberhentian sementara, FES-FUT tidak dapat diwakilkan dalam seti-ap pertandingan wilayah atau interna-sional. Sebagai contoh, tiga wasit yang dipilih bagi Piala Dunia FIFA tahun 2010 di Afrika Selatan tidak dapat ber-partisipasi dalam kompetisi ini apabila FESFUT tetap diberhentikan semen-tara. Walaupun bersifat seriusnya situ-asi ini, Komite Eksekutif FIFA telah me-nunjukkan dukungan bagi Komite Nor-malisasi FESFUT, pihak berwenang yang terakhir yang diterima oleh FIFA.
Dikarenakan dua ketentuan yang diatur oleh FIFA telah dipenuhi, maka FIFA Emergency Committee hari ini tanggal 27 Mei 2010 mencabut pemberhentian sementara Asosiasi Sepakbola Salva-dor (FESFUT) yang berlaku seketika. Setelah adanya penolakan dari pihak berwenang Salvador untuk mengakui keabsahan Normalisation Committee yang diberlakukan oleh FIFA dan ke-mudian mendaftarkan statuta FESFUT yang baru, maka FIFA Emergency Committee telah memutuskan pada tanggal 10 Mei 2010 untuk member-hentikan sementara FESFUT yang ber-laku seketika hingga pihak berwenang secara resmi menerima keabsahan Normalisation Committee dan mendaf-tarkan statuta FESFUT yang baru. Pada tanggal 17 Mei 2010, Parlemen Salvador mengeluarkan keputusan untuk mengubah undang-undang yang berlaku bagi pihak berwenang untuk memenuhi permintaan FIFA. Pada tanggal 20 Mei 2010, Normalisation Committee FESFUT kemudia secara resmi mengakui dan statuta yang baru didaftarkan oleh Ministerio de Gober-nación (menteri dalam negeri).
9. PERU
FIFA telah memberhentikan sementara Asosiasi Sepakbola Peru (FPF) yang berlaku seketika sejak tanggal 25 No-vember, sesuai dengan Pasal 14 Sta-tuta FIFA dan menjatuhkan sanksi yang diatur dalam ayat 3 Pasal terse-but, yaitu pemberhentian sementara seluruh hubungan keolahragaan inter-nasional bagi klub, tim nasional, wasit dan officialnya.
Dalam sidangnya tertanggal 23 dan 24 Oktober, Komite Eksekutif FIFA memu-tuskan untuk memberikan kesempatan kepada asosiasi sepakbola Peru (FPF) hingga 21 November untuk mengkon-firmasi kepada FIFA dan CONMEBOL bahwa asosiasi telah memberlakukan kembali keputusannya sesuai dengan undang-undang keolahragaan interna-sional dan prinsip FIFA. FPF tidak da-pat melakukan hal tersebut, namun, walaupun jangka waktu diperpanjang hingga dua hari karena libur nasional setempat. FIFA menyesali bahwa ba-dan keolahragaan pemerintah Peru tidak pernah menanggapi sejumlah undangan untuk melakukan pembi-caraan yang telah diperpanjang oleh FIFA, CONMEBOL dan the FPF de-ngan itikad baik hingga lebih daripada dua tahun untuk mencapai solusi konstruktif bagi persepakbolaan Peru. FIFA berharap melakukan penjelasan bahwa FPF hanya akan diizinkan untuk kembali ke dunia dan komunitas perse-pakbolaan Amerika Selatan dengan adanya perundingan dengan Presiden dan Badan dari FPF yang dipilih pada bulan Oktober 2007. Pemberhentian sementara atas FPF akan dibicarakan dalam sidang Komite Eksekutif FIFA selanjutnya, yang dijadwalkan pada tanggal 19 dan 20 Desember di Tokyo, Jepang.
10. ALBANIA
FIFA Emergency Committee telah me-mutuskan mencabut pemberhentian sementara yang dikenakan oleh Komite Eksekutif FIFA terhadap Asosiasi Se-pakbola Albania (FSHF) pada tanggal 14 Maret 2008 setelah adanya inter-vensi dari pemerintah dalam urusan internal FSHF dan persebakbolaan Albania (lihat http://en.fifa.com/ aboutfifa/media) Setelah melewati pembicaraan yang melibatkan FIFA, UEFA, FSHF dan pihak berwenang Albania, statuta baru FSHF akhirnya ditandatangani oleh Menteri Olahraga Albania, Ylli Pango, dan mendaftarkan-nya secara layak pada pengadilan Albania setelah Menteri Olahraga Alba-nia menghentikan proses hukum yang diambilnya. Selanjutnya, kelompok ker-ja empat pihak yang terdiri dari FIFA, UEFA, FSHF dan Kementrian Olahraga kemudian dibentuk. Sehubungan de-ngan fakta ini dan setelah mengkon-sultasikan dengan UEFA, FIFA memu-tuskan untuk mencabut pemberhentian sementara terhadap Asosiasi Sepak-bola Albania pada hari ini, Selasa 29 April 2008.
11. KUWAIT
Hari ini tanggal 9 November 2007, FIFA Emergency Committee mem-batalkan secara bersyarat pemberhen-tian sementara yang dikenakan terha-dap Asosiasi Sepakbola Kuwait (KFA) oleh Komite Eksekutif FIFA pada tang-gal 29 Oktober 2007 (lihat peluncuran media disebelah kanan). Pada tanggal 4 November 2007, sidang umum luar biasa KFA menyatakan bahwa penun-jukan dewan direksi pada tanggal 9 Oktober 2007 batal demi hukum. Juga telah sepenuhnya dibentuk kembali komite transisi yang telah dibentuk FIFA pada tanggal 12 Maret 2007. Selanjutnya, KFA setuju untuk menge-sahkan statuta baru yang disetujui oleh FIFA pada tanggal 26 November 2007. Persetujuan ini kemudian termasuk keputusan yang diberikan oleh Komite Eksekutif FIFA pada tanggal 27 Mei 2007, yang menetapkan bahwa dewan direksi harus terdiri dari lima anggota, yaitu ketua, wakil ketua dan tiga perwa-kilan lainnya. Akhirnya, KFA telah ber-janji mengadakan pemilihan baru bagi dewan direksinya, sejalan dengan sta-tuta baru dan keputusan FIFA. Sehu-bungan dengan adanya tanggapan baik atas situasi ini, FIFA Emergency Committee memutuskan, atas usul Presiden FIFA dan menurut kesepa-katan dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), bahwa Emergency Com-mittee akan membatalkan pemberhen-tian sementara yang dikenakan terha-dap KFA. Tetapi, keputusan ini bersifat bersyarat atas komitmen yang dibuat oleh KFA yang berlaku seluruhnya, sebaliknya FIFA akan segera member-hentikan sementara KFA kembali.
12. KENYA
FIFA Emergency Committee pada hari ini (Jumat, 9 Maret 2007) memutuskan untuk melakukan pencabutan bersyarat atas pemberhentian sementara yang dikenakan terhadap Federasi Sepak-bola Kenya (KFF) pada tanggal 24 Oktober 2006. Keputusan ini yang merupakan rekomendasi dari Konfe-derasi Sepakbola Afrika (CAF) dan di-minta oleh ketua ad interim KFF, Moha-med Hatimy, menjadi mungkin dengan adanya perkembangan positif yang baru dilakukan, khususnya dengan kunjungan ke Nairobi oleh delegasi CAF.
Delegasi ini, yang terdiri dari dua ang-gota Komite Eksekutif CAF, Dr Amos Adamu (Nigeria), yang juga merupakan anggota Komite Eksekutif FIFA, dan Celestin Musabyimana (Rwanda), yang menjamin hal-hal sebagai berikut:
- pernyataan dari menteri olahraga untuk selanjutnya tidak mencam-puri lebih lanjutnya berjalannya KFF;
- menghargai perjanjian yang di-capai dengan FIFA (khususnya, perjanjian yang ditandatangani di Kairo pada bulan Januari 2006), serta dipenuhinya Statuta dan prinsip FIFA;
- pembubaran segera atas normali-zation committee yang dibentuk oleh menteri olahraga dan jaminan bahwa KFF akan dijalankan de-ngan struktur yang diterima oleh FIFA dan diketuai secara ad inte-rim oleh Mohamed Hatimy;
- penarikan proses hukum apapun.
Delegasi FIFA akan mengunjungi Nairobi dari tanggal 14 hingga 16 Maret 2007 dengan maksud untuk melak-sanakan agenda bagi diluncurkannya kembali sepakbola Kenya yang akan berdasarkan hal-hal tersebut berikut: penyelesaian kantor pusat KFF dan pu-sat teknis sebagai bagian dari proyek Gol, pengenalan sistem manajemen keuangan transparan, pemilihan tem-pat bagi lapangan buatan dan pembi-caraan dengan KFF menyangkut pro-gram untuk mendukung Liga Primer Kenya (KPL) berdasarkan kesepakatan yang dicapai sebelum musim 2005-06 tentang pengurangan jumlah tim yang berpartisipasi hingga menjadi 18 orang dan prinsip promosi dan relegasi. Dua hal tersebut terakhir akan diajukan sebagai bagian dari Win in Africa atas inisiatif Afrika. FIFA kemudian akan mengajukan agenda bagi normalisasi sepakbola Kenya, yang termasuk me-nyelenggarakan sidang umum dan perubahan statuta KFF sesuai dengan instruksi yang dikirimkan kepada 207 asosiasi anggota FIFA.
Sebagai kesimpulan, FIFA Emergency Committee telah memberhentikan se-mentara KFF pada tanggal 24 Oktober 2006 akibat adanya intervensi dari pemerintah secara berulang dalam ma-salah persepakbolaan setempat serta tidak dipenuhinya kesepakatan yang dicapai dengan FIFA di Kairo dan prin-sip keolahragaan mendasar seperti integritas dan prinsip promosi dan rele-gasi. Pemberhentian sementara telah ditegaskan dalam sidang Komite Ekse-kutif di Zurich pada tanggal 5 dan 6 Desember 2006.
Pada sidang di Zurich hari ini (Jumat, 6 Agustus), FIFA Emergency Committee sementara membatalkan pemberhen-tian sementara yang dikenakan terha-dap Federasi Sepakbola Kenya pada tanggal 2 Juni 2004. Selain itu, komite juga menyetujui pembentukan struktur organisasi operasional khusus Piala Dunia FIFA tahun 2010 di Afrika Se-latan. Sehubungan dengan Undang-undang Anti Doping Sedunia (World Anti-Doping Code), anggota secara kategori menekankan bahwa UU terse-but hanya akan diberlakukan berda-sarkan deklarasi yang dibuat di Kong-res FIFA di Paris oleh ketua WADA, Richard W. Pound. Setelah mende-ngarkan laporan dari pengurus FIFA, Emergency Committee sementara membatalkan pemberhentian semen-tara yang dikenakan terhadap Federasi Sepakbola Kenya, karena Normalisa-tion Committee yang dipimpin oleh Kipchoge Keino, Ketua Komite Olim-piade Nasional Kenya, telah memenuhi seluruh ketentuan yang diperlukan. Selama dua kali perundingan meja bundar dengan perwakilan dari sepak-bola Kenya dan Pemerintah Kenya, telah disepakati abwah akan melaku-kan kembali kegiatannya, klub pem-bangkang akan bergabung kembali kedalam liga resmi dan statuta KFF akan diubah kembali. Karena pember-hentian sementara tidak lagi berlaku, tiga putaran pertandingan awal Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang tertunda di Kelompok Afrika 5 (Guinea, Maroko dan Tunisia) kini dapat dibentuk kemBALI.
Menghadapi Piala Dunia FIFA tahun 2010 di Afrika Selatan, Emergency Committee menyepakati bahwa FIFA, yang kini mempunyai peranan lebih penting daripada pada pertandingan sebelumnya, harus tidak hanya men-jamin bertukarnya pengetahuan, tetapi juga menetapkan keberadaaannya di negara tuan rumah. Dengan pemikiran seperti ini, FIFA memiliki mitra, MATCH AG, untuk menggabungkan pengetahu-an di wilayah kunci dalam hal mana-jemen, akomodasi, penjualan tiket dan masalah TI. Sebagai awalnya, FIFA akan mendirikan kantor di Afrika Selatan pada awal tahun 2005, sebe-lum menentukan sumber daya selan-jutnya kepada negara tuan rumah setelah Piala Dunia FIFA tahun 2006 telah selesai.
Sehubungan dengan World Anti-Doping Code, anggota Emergency Committee menyatakan kekecewaan mereka terhadap fakta bahwa walau-pun adanya deklarasi tertentangan de-ngan yang dikirimkan oleh ketua WA-DA Richard Pound kepada Kongres FIFA di Paris pada tanggal 21 Mei, WADA tetap memaksa penerimaan ti-dak bersyarat atas UU tersebut. Dalam Kongres di ibukota Perancis itu, yang juga dihadiri oleh Presiden IOC, Jac-ques Rogge, Pound telah menegas-kan bahwa WADA akan sepenuhnya menghargai seluruh masalah khusus FIFA, termasuk manajemen dan flek-sibilitas perkara perorangan bilamana dikenakan sanksi. Sebaliknya, WADA diberikan hak untuk mengajukan ban-ding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) di Lausanne dan disepakati bah-wa segala perubahan selanjutnya ter-hadap UU tersebut dilakukan dengan membicarakannya dengan federasi olahraga. Sebagai hasil dari deklarasi ini, FIFA secara resmi menyetujui World Anti-Doping Code pada tanggal 2 Juli. Tetapi, dalam surat tertanggal 20 Juli, WADA menekankan bahwa FIFA menerima UU ini sepenuhnya, tanpa termasuk konsesi yang dibuat di Paris. Namun bagaimanapun, FIFA tetap pa-da pendiriannya dengan deklarasi yang disepakati di Paris.
KEPUTUSAN SELANJUTNYA
- Kongres Biasa FIFA ke 55 akan diselenggarakan di Zurich dalam kurun waktu tanggal 25 hingga tanggal 29 Oktober 2005.
- Sesuai dengan Peraturan Pertan-dingan tahun 2004, yang menya-takan bahwa pertandingan sepak-bola dapat dimainkan di atas la-pangan buatan, dengan ketenutan bahwa hal ini diatur dalam masing-masing peraturan pertandingan, peraturan bagi Piala Dunia FIFA tahun 2006 juga telah diubah. Sebagai akibatnya, permainan da-lam pertandingan awal kini dapat dimainkan di lapangan buatan yang memenuhi persyaratan Konsep Kualitas FIFA bagi keadaan terse-but. Namun, untuk menjamin bah-wa tim tidak mendapat kesulitan, pengajuan untuk bermain pada lapangan buatan harus dilakukan kepada FIFA sekurangnya dua bu-lan sebelum pertandingan termak-sud dimulai. Disamping itu, sebagai bagian proses “aklimatisasi”, tim jauh tersebut juga akan mempunya hak atas sekurangnya dua sesi latihan penuh diatas lapangan. Emergency Committee menekan-kan bahwa pertandingan pada kompetitsi final Piala Dunia FIFA hanya dapat dimainkan pada la-pangan rumput asli.
- - Pada sidangnya tanggal 5-6 Okto-ber 2004, Komite Studi Strategi FIFA akan menangani lima masa-lah utama, dengan secara khusus memfokuskan pada kalender per-tandingan internasional yang ter-koordinasi.
- Dalam hal lain, FIFA Emergency Committee mensahkan keputusan yang dicapai oleh Organizing Com-mittee bagi FIFA Confederations Cup, dan menyatakan bahwa Argentina, yang telah memperolah posisi kedua di Copa America baru-baru ini, akan menyelesaikan urutan tim yang berpartisipasi di Jerman tahun depan. Tim-tim lain adalah Jerman (sebagai tuan ru-mah), Brazil (sebagai juara dunia), Tunisia (sebagai juara Afrika), Yu-nani (sebagai juara Eropa), Mexico (sebagai pemernang CONCACAF Gold Cup), Jepang/RRC (sebagai pemenang Asian Cup; akan ber-main di final pada tanggal 7 Agus-tus) dan baik Australia atau Solo-mon Islands (sebagai pemenang OFC Nations Cup; yang akan ber-main di final pada tanggal 13 Okto-ber).
- Akhirnya, FIFA Emergency Com-mittee juga menyatakan perkara klub Paraguay Olimpia Asunción, dan memutuskan untuk mengaju-kan perkara tersebut kepada Komi-te Disiplin untuk tindakan selan-jutnya. Emergency Commit-tee, yang sebelum sidang hari ini hanya menyatakan via korespondensi da-lam siklus empat tahun terakhir,memenuhi susunan berikut sekitar dua setengah jam yang dipimpin oleh Joseph S. Blatter: Lennart Johansson (wakil ketua, UEFA), Issa Hayatou (wakil ketua, CAF), Jack Austin Warner (wakil ketua, CONCACAF), Ricardo Terra Tei-xeira (anggota, CONMEBOL, me-wakili Dr Nicolas Leoz) dan 'Ahongalu Fusimalohi (anggota, OFC). Tidak ada perwakilan dari Asia di Zurich dengan berjalannya Asian Cup. Komite juga mengada-kan pengheningan cipta atas korban-korban kebakaran dalam pusat perbelanjaan di Asunción dan atas official sepakbola Nigeria Patrick Okpomo.
13. IRAN
FIFA secara resmi menginformasikan Federasi Sepakbola Iran IR (IRIFF) kemarin (19 Desember 2006) bahwa pemberhentian sementara yang di-kenakan terhadap federasi tanggal 23 November 2006 telah dibatalkan. Oleh karena itu, IRIFF dan klubnya, wasit, official dsb dapat berpartisipasi dalam seluruh kegiatan dan kompetisi sepak-bola internasional yang segera berlaku. FIFA Emergency Committee, yang ter-diri dari Presiden FIFA dan satu wakil masing-masing enam konfederasi, mengambil keputusan untuk memba-talkan pembekuan pada tanggal 18 Desember sebagai hasil dari rangkai-an perundingan kerja sama antara FIFA, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), IRIFF dan Organisasi Pendi-dikan Fisik (PEO) dari Republik Islam Iran. Perundingan dihasilkan dengan dibentuknya Dewan Transisi ('Haiet Raiseh Enteghali' di Farsi) dari IRIFF, yang secara bersama-sama diakui oleh FIFA dan PEO, dengan tugas-tugas sebagai berikut:
o Kepengurusan sepakbola Iran ting-kat nasional dan internasional;
o Pembuatan dan pengesahan statuta baru IRIFF berdasarkan FIFA Stan-dard Statutes;
o Pelaksanaan pemilihan bagi kepe-mimpinan IRIFF dimasa menda-tang, berdasarkan statuta baru dan atas dukungan dari FIFA dan AFC.
Dewan Transisi terdiri dari Mr Mohsen Safaei Farahani sebagai ketua, Mr Qumars Hashemi sebagai wakil ketua dan Mr Mohammad Hassan Ansarifar, Dr Hassan Ghafiri, Dr Mohammad Khabiri and Mr Ali Reghbati sebagai anggota (disusun sesuai dengan abjad bahasa Inggris). Direncanakan bahwa seluruh proses transisi akan disele-saikan pada tanggal 31 Maret 2007. Dengan komitmen ini, IRIFF kini bera-da dalam posisi untuk menormalisa-sikan struktur dan statutanya berdasar-kan peraturan FIFA dan AFC. Perkem-bangan ini menandai bahwa kepriha-tinan yang diajukan oleh FIFA, yang menyebabkan pemberhentian semen-tara terhadap IRIFF, telah dicabut.
14. YUNANI
FIFA Emergency Committee memutuskan hari ini (12 Juli 2006) untuk membatalkan pemberhentian sementara terhadap Federasi Sepakbola Hellenic (HFF) setelah menerima konfir-masi bahwa Parlemen Yunani telah menyetujui suatu perubahan terhadap legislasi nasional yang berkaitan de-ngan keolahragaan untuk disesuaikan dengan ketentuan FIFA Statutes dan peraturan UEFA terkait. Emergency Committee telah memberhentikan se-mentara HFF pada tanggal 3 Juli 2006 setelah menetapkan bahwa situasi federasi Yunani tidak memenuhi prin-sip-prinsip FIFA Statutes mengenai independensi asosiasi sepakbola dan tata cara pengambilan keputusan me-reka. Perundingan selanjutnya diada-kan antara FIFA dan HFF, serta antara tersebut terakhir dan pihak pemerintah Yunani. Sebagai akibatnya, Parlemen Yunani mengambil suara pada tanggal 11-12 Juli malam untuk mengajukan perubahan berikut kepada legislasi nasional mengenai keolahragaan:
"Secara khusus, untuk olahraga sepakbola, seluruh pihak fungsional dan penyelenggaraan olahraga, Fede-rasi Sepakbola Hellenic dan para ang-gotanya diatur sendiri oleh HFF dan badan-badannya, sesuai dengan statu-ta dan peraturannya, serta yang diten-tukan oleh Union des Associations Européennes de Football (UEFA) dan Fédération Internationale de Football Association (FIFA), bahkan apabila peraturan berbeda diatur dalam undang-undang 2725/1999, karena berlaku dalam legislasi atletik. Dalam hal audit subsidi yang diterima oleh HFF dari negara, maka kendali lega-litas, tata tertib dan keselamatan umum menjadi wewenang eksklusif negara." Sehubungan dengan perubahan ini, FIFA Emergency Committee mengang-gap bahwa HFF kini berada dalam po-sisi untuk menghargai statuta dan peraturan FIFA dan juga UEFA. Seba-gai akibatnya, pemberhentian semen-tara yang dikenakan sebelumnya ter-hadap Federasi Sepakbola Hellenic telah dicabut sejak hari ini.
15. YAMAN
Pemberhentian sementara yang dikenakan terhadap Asosiasi Sepakbola Yaman (Y.F.F.) pada tanggal 12 Agus-tus telah sementara dicabut. FIFA Emergency Committee memberikan keputusan ini awal minggu ini melalui korespondensi. Keputusan mereka ber-dasarkan laporan yang diajukan oleh Mohamed bin Hammam, anggota Ko-mite Eksekutif FIFA dan Presiden Kon-federasi Sepakbola Asia (AFC), setelah mengunjungi Yaman pertengahan bu-lan September. Sebagai hasil keputus-an ini, Y.F.F. kembali berhak berparti-sipasi dalam pertandingan-pertanding-an FIFA dan seluruh bentuk kerja sama dapat diadakan kembali. Dalam men-capai keputusan mereka, Emergency Committee mempertimbangkan berda-sarkan fakta bahwa pihak politis Ya-man, yang dipimin oleh Menteri Pemu-da dan Olahraga, telah memberikan dukungan merkea dan persetujuan tertulis mereka terhadap seluruh upaya yang diperlukan, dimana paling penting termasuk dibentuknya normalization committee, penyelesaian dan penyesuaian statuta revisi di kongres luar biasa Y.F.F., serta pemilihan presiden dan komite eksekutif selambatnya tanggal 28 Februari 2006. Namun, pemberhentian sementara akan dike-nakan kembali apabila Y.F.F. tidak da-pat memenuhi agenda ini. FIFA Emer-gency Committee telah mengenakan pemberhentian sementara dengan sejumlah pengajuan yang tidak berhasil dari FIFA dan AFC untuk Kementrian Pemuda dan Olahraga Yaman untuk mematuhi prinsip dasar independensi, demokrasi dan proses hukum FIFA bagi asosiasi anggotanya.
16. AZERBAIJAN
FIFA Emergency Committee telah mencabut pemberhentian sementara terhadap Asosiasi Federasi Sepakbola Azerbaijan (AFFA), yang telah dikena-kan pada tanggal 15 April 2003. Kepu-tusan ini, yang tercapai atas kerjasa-ma dengan UEFA, dibuat setelah pene-muan positif dari kunjungan ke Baku pada tanggal 14 Mei oleh delegasi ga-bungan FIFA/UEFA untuk mengadakan per-temuan dengan Komite Eksekutif AFFA, klub divisi pertama negara ter-sebut, dan Kementrian Olahraga, Pe-muda dan Pariwista Azerbaidjan. Sela-ma pertemuan ini, seluruh pihak yang hadir sepakat untuk mematuhi keten-tuan-ketentuan perjanjian yang mereka tandatangani di Zurich pada tanggal 20 September 2002. Komitmen ini segera menghasilkan sejumlah perkembang-an, termasuk diadakannya kembali ke-juaraan nasional pada tanggal 17 Mei 2003, yang merupakan salah satu pa-sal kunci dari perjanjian Zurich. Segala penyimpangan ketentuan Perjanjian ini dapat menyebabkan diberlakukan kem-bali pemberhentian sementara.
17. TAJIKISTAN
Setelah mempelajari laporan yang disampaikan oleh anggota dari delegasi FIFA/AFC yang menghadiri Kongres Federasi Nasional Sepakbola Tajikistan pada tanggal 5 Oktober 2002, FIFA Emergency Committee telah memutuskan hari ini untuk mengangkat pemberhentian sementara yang dijatuhkan kepada federasi pada tanggal 8 Agustus 2002. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada presiden yang baru dari federasi, Jenderal Sukhrob Kosimov, Presiden FIFA Joseph S. Blatter menulis, “Kami mengucapkan selamat kepada Anda dan para anggota dari eksekutif komite Anda atas terpilihnya dan kami yakin bahwa anda akan mengambil setiap semua langkah yang perlu demi kemajuan sepakbola di Tajikistan. Dalam hal ini, kami akan sangat bergembira untuk membantu anda dalam kerangka yang berhu-bungan dengan sejumlah program kami.
KESIMPULAN
Dari sejumlah Negara di atas yang pernah alami sanksi FIFA maka penyebab jatuhnya hukuman ini karena:
(1) PELANGGARAN STATUTA
(2) INTERVENSI PEMERINTAH
Artinya, jika FIFA konsisten jalankan amanat Statuta-nya, mestinya PSSI sudah dijatuhi sanksi FIFA ketika Nurdin Halid dengan status terpidana tetap memimpin PSSI. Standar ganda ini yang harus dijelaskan kepada public. Jangan berpangku tangan dan menerima begitu saja argumentasi tanpa tahu dasar penerapan hukuman dan mekanismenya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar